Cara Mendapat Penghasilan Tambahan dari Disqus



Awal pakai Disqus untuk kolom komentar di blog ini, sama sekali tidak punya ekspektasi berlebih. Malah saya bertanya-tanya akan Disqus. Hal pertama yang saya tanyakan, dari mana mereka dapat penghasilan hingga mampu bertahan hingga kini.

Saya memasang Disqus di BLOGOOBLOK pertama kali 10 Maret 2014. Kala itu saya melihat Disqus pada situs berita luar negeri dan itu keren di mata saya. Singkat cerita, saya menginstalnya dan tetap menggunakan hingga sekarang.

Baca: Cara Mudah Memasang Kolom Komentar Disqus di Blogspot

Sejak saat itu, saya sudah tahu kalau Disqus memungkinkan kita untuk mendapat penghasilan. Sayangnya, sebagai blog berbahasa Indonesia pengajuan erning saya selalu ditolak. Saya pun menutup harapan mampu mendapat penghasilan dari Disqus.

Memasuki tahun keempat, sebuah email tiba-tiba nyempil. Mereka menginformasikan bahwa blog saya masuk dalam daftar rencana mereka untuk menempatkan iklan. Email itu juga menyebut bahwa Disqus baru saja melakukan update dan rencananya 6 Februari 2018 programnya itu dijalankan.

Sepintas mungkin ini nampak mengembirakan, apalagi kalau orientasinya memang melulu soal uang. Tapi disatu sisi, itu artinya akan jadi beban buat halaman blog. Karena akan menambah beban reload. Pilihan satu-satunya yang ditawarkan Disqus untuk tidak menampilkan iklan adalah mencoba akun berbayar mereka.

Ada tiga jenis akun di Disqus pada dasarnya, pertama Basic seperti yang BLOGOOBLOK gunakan. Akun ini benar-benar gratis dan bisa memasang iklan. Yang kedua, Plus dengan bayaran $9 per bulan dengan keuntungan semua fasilitas di akun Basic bisa digunakan, ditambah ada pengaturan on off untuk iklan.



Pada akun Plus, Disqus memperlakukan khusus akun dari situs kecil, pribadi, non-komersial yang tidak menjalankan iklan apa pun. Mereka tidak memungut biaya sama sekali alias gratis, kecuali fasilitas Direct Email Support.

Yang ketiga, akun Pro dengan bayaran $89 per bulan. Kalau dihitung menggunakan kurs Rp13.000 per dollar, maka setiap bulan kita harus membayar Rp1.157.000. Jumlah yang lumayan untuk sebuah layanan. Tapi mereka menjanjikan fasilitas yang mempuni di akun Pro.

Melihat itu, bisa disimpulkan bahwa basis bisnis Disqus bukan hanya aplikasi komentar, tapi juga analisis yang dinilainya akurat dan Email Subscriptions. Serta banyak lagi.

Meski memungkinkan untuk memasang iklan dan mendapat penghasilan tambahan dari Disqus, tetap saja ada celah buah pemilik blog jika tak ingin memasang fasilitas itu. Semua bisa diatur saat di settingan iklan di dasbor Disqus. Nanti akan saya jelaskan.

Secara umum, saya tidak paham, bagaimana penilaian Disqus memilih blog untuk dipasangi iklan. Entah karena mereka sedang melakukan update dan memilih blog saya, atau memang saat ini mereka sudah menyetujui blog berbahasa Indonesia. Anggaplah begitu dan saya menerapkannya.

Jadi buat kalian yang hendak mendapat penghasilan tambahan dari Disqus, silahkan mencobanya. Langkah-langkahnya seperti berikut:

Step 1: Login ke dasbor Disqus kalian. Lalu masuk ke bagian Setting. Lihat di menu bar atas, lalu pilih blog yang hendak kamu pasangi jika kamu punya lebih dari satu.

Step 2: Pilih bagian Ads di sebelah kiri. Kemungkinan jika akun kalian belum diaktifkan, maka tampilannya seperti berikut. Klik 'Activate Ads Now' di kotak yang berwarna merah.



Step 3: Kamu akan berhadapan dengan pengaturan iklan. Ada tiga jenis posisi iklan yang ditawarkan Disqus. Di bagian atas kolom komentar, di tengah-tengah atau di bagian akhir. Sementara tipe iklannya ada empat. Ada yang berbentuk gambar saja, cerita naratif, seperti postingan biasa dan ada video.

Namun yang harus kalian perhatikan adalah tulisan di pojokan kanan atas layar kamu. Jika posisi teraras adalah tulisannya 'Enabled Positions Preview', itu artinya, akun kamu belum memenuhi syarat untuk dipasangi iklan dari Disqus. Karena seharusnya, di posisi kanan atas itu ada tulisan Earnings Potential.



Step 4: Jika akun kamu juga muncul tab Payment, maka benar-benar akun mu layak dipasangi iklan. Kebetulan BLOGOOBLOK muncul tulisan itu tepat di bawah pengaturan iklan. Silahkan mengklik tombol yang bertuliskan 'Set up or update your payment method'.

Ada tiga proses yang harus kalian lalui dalam mengatur pembayaran. Pertama mengisi alamat dengan lengkap, kedua metode pembayarannya. Bisa dipilih apakah transfer bank, paypal atau WU. Ketiga formulir pajaknya. Kamu hanya perlu mengisi alamat di Indonesia untuk menyarakan bahwa kalian benar bukan warga Amerika, dan setelah itu selesai.

Kalau pengaturan ini belum muncul dalam dasbor mu, kemungkinan besar kalian belum disetujui oleh Disqus. Sekali lagi, saya juga kurang paham soal penilaian mereka.



Step 5: Menunggu earning. Karena dalam email sudah dijelaskan bahwa mereka baru memberlakukan erning di akun saya pada 6 Februari 2018, maka saya belum bisa menyimpulkan berapa penghasilan dari program ini.

Hanya saja, pada bagian pembayaran disebutkan kalau uangnya akan dikirim kalau sudah mencapai $100. Dan khusus untuk IDR atau Rupiah ada potongan sebesar 3 persen. Soal berapa kemungkinan yang bisa dihasilkan, pada bagian Earnings Potential (potensi penghasilan) sudah mereka bocorkan.

Jika mencentang semua pilihan iklannya, maka potensinya sangat besar. Tapi jika salah satu atau semua tidak dipilih, tentu saja potensi iklannya rendah. Pada bagian pengaturan itu sekaligus bisa dipilih apakah mau atau tidak memasang iklan di Disqus.

Perhitungan mereka berdasarkan pageviews dan klik. Dan mereka terbuka untuk persaingan pemasang iklan. Tentu saja semakin banyak kunjungan akan semakin besar penghasilannya. Saya akan melakukan update, jika nanti sudah mendapat laporan penghasilan dari Disqus.

Update: 6 Februari 2018

Sebagaimana isi email yang pertama masuk ke inbox saya, mereka menyatakan bahwa iklannya akan aktif pada tanggal 6 Februari 2018. Tepat hari yang dijanjikan, iklan Disqus sudah nongol di kolom komentar BLOGOOBLOK.

Karena saya memilih tiga lokasi untuk penempatan iklan sebagai tahap uji coba, maka ketiganya berpenampilan seperti berikut:

Above Comments : Letaknya tepat di atas kolom komentar. Model iklannya bisa beragam, kebetulan yang muncul saat saya dokumentasikan berupa Sponsored Links dengan dua susunan.


In-thread : Letaknya berada di dalam komentar, biasanya di antara komentar yang satu dengan yang lain. Yang muncul biasanya model Sponsored Story seperti gambar berikut.


Below Comments : Letaknya di bagian bawah kolom komentar. Model iklanya juga beragam, bisa berupa Sponsored Links,  Sponsored Story, Sponsored Video atau IAB Display.


Saya belum bisa cerita banyak soal iklan Disqus. Namun beberapa blog luar negeri yang telah menggunakan itu, banyak yang mengaku puas dengan program tersebut. Tapi tidak sedikit pula yang kemudian memilih mematikannya dengan alasan teknis.

Jika blog kalian punya lalulintas yang besar, maka program ini sangat menguntungkan. Jadi tidak ada salahnya mencoba. Tapi, beberapa orang juga mengusulkan untuk tidak berharap banyak pada program periklanan Disqus ini. Saya memilih untuk menguji cobanya dulu.

Salam!

Baca Selengkapnya »

Menentukan Standar Harga Sebuah Tulisan

Photo by Stanley Dai on Unsplash

Beberapa kali saya ditanyai soal cara bagaimana menentukan harga untuk satu tulisan. Ini kaitannya dengan paid post atau artikel berbayar di blog atau website. Memang tidak mudah, terlebih tidak ada regulasi yang mengatur itu secara resmi.

Tapi setelah dipikir-pikir, memang harus mencurahkan perhatian pada masalah ini. Sebagai blogger, awalnya saya pun ogahan untuk mencari tahu berapa sebenarnya standar satu tulisan. Karena biasanya saya melakukan negosiasi langsung dengan pemesan berdasar penilaian sendiri.

Pernah suatu waktu, seorang menghubungi saya lewat email. Ia hendak memesan paid post. Namun terlebih dahulu menanyakan berapa standar yang saya pakai di BLOGOOBLOK. Pada halaman Iklan memang tidak saya cantumkan harga, yang berarti itu membuka jalur negosiasi.

Tapi saat itu, saya menjawabnya Rp500.000 untuk satu artikel. Yang terjadi kemudian, ia membalas dengan kata-kata yang tak sopan lalu mengumpat bahwa blog saya belum sekaliber blogger lain. Dan mereka menerima harga yang lebih murah katanya.

Saya hanya bisa tersenyum membacanya. Miris sekaligus. Karena murahnya para pemesan itu menentukan harga. Saat itu mereka hanya menawarkan harga Rp50.000 hingga Rp100.000 pertulisan. Wajar sih, karena standar media online di Indonesia membayar jurnalisnya juga tidak jauh-jauh dari harga itu.

Saya juga tak mau munafik, awal-awal blog ini ditawari paid post, saya pernah menerima Rp50.000 pertulisan. Itupun dibayarnya dalam bentuk pulsa dan dikirim beberapa hari setelah tulisan ditayangkan. Tidak masalah kala itu. Dan saya tidak pernah menyalahkan mereka. Pun dengan yang mengumpat kemudian. Itu hak setiap orang untuk melakukannya.

Tapi apa benar, tulisan di blog tidak memiliki standar?. 

Jika merujuk pada standar yang harus dibuat oleh pemerintah, rasa-rasanya itu mustahil. Namun harus diketahui bersama, pemerintah melalui Dirjen Pajak sebenarnya punya aturan yang dikenal dengan sebutan tandar biaya umum (SBU).

Salah satu yang diatur dalam SBU ketentuan untuk konten online. Rujukannya memang bukan blog secara spesifik, tapi website secara umum, baik itu media online hingga website milik pemerintah. Untuk satu halaman word, standar harganya Rp100.000.

Jika kita menggunakan kertas A4 dengan font 12 pt dengan spasi 1,5 maka satu halaman itu berisi minimal 300 kata. Yang artinya, jika merujuk harga SBU per Rp100.000 untuk tiap halaman, maka pemerintah menghargai satu kata yang ditulisan sebesar Rp330.

Katakanlah itu wajar, meski bagi saya itu belum cukup menghargai. Karena satu tulisan terkadang harus memaksa kita melakukan riset. Tapi harga yang ditentukan oleh pemerintah ini masih sedikit manusiawi dibanding harga di beberapa situs lelang yang kebanyakan hanya Rp20 per katanya.

Baca Juga: 5 Tempat Mengirim Tulisan dengan Bayaran Manusiawi

Standar yang diatur pemerintah juga masih terpaut jauh dari standar situs lingkungan Mongabay Indonesia. Mereka menghargai satu katanya Rp750, dengan minimum 500 kata per artikel. Yang artinya satu tulisan di Mongabay paling rendah dibayar Rp375.000. Bisa dibayangkan kalau jumlah katanya 1.000 hingga 5.000 kata. Bayarannya akan semakin besar.

Kembali pada topik standarisasi tulisan di blog. Saya punya beberapa kenalan yang bekerja di digital agency. Mereka pernah mengatakan satu tulisan yang dibuat di media online akan ditentukan oleh beberapa faktor. Diantaranya traffic, pageviews dan impressionnya.

Dia memang tidak menyebut berapa standar minumum untuk satu tulisan. Namun, katakanlah merujuk pada kebijakan pemerintah. Maka nilai itu akan ditambah apabila tarffic, pageviews dan impression media tersebut cukup menjanjikan.

Belum lagi pertimbangan jumlah sebaran di sosial media. Karena hal ini tidak bisa dipisahkan dari bisnis media online. Harganya bisa sangat tinggi. Ditambah pula dengan pajak karena biasanya media online punya kewajiban akan itu.

Saya punya kenalan yang bekerja di salah satu media online lokal yang mengaku pernah menerima tawaran paid post. Padahal trafiknya masih ribuan perhari kala itu. Harganya Rp500.000 dengan satu link dofollow di dalamnya. Itu di tahun 2015. Setelah mempertimbangkan inflasi, harusnya lebih tinggi saat ini.

Lalu dengan blog?. Saya pikir harusnya tidak jauh berbeda. Apalagi blog ada nilai tambahnya, terkadang niche atau topiknya spesifik sehingga sebarannya akan langsung ke orang yang membutuhkan. Atau pembaca yang memang tujuannya mencari informasi.

Tapi sekali lagi, tidak ada regulasi yang mengaturnya. Entah negara belum mempertimbangkan blogger layak dijadikan profesi, atau karena kita belum begitu menghargai hak cipta. Bicara soal hak cipta sebenarnya akan menambah daftar panjang setiap karya harusnya lebih layak mendapat bayaran.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dengan Menulis di UC News

Pada setiap moment memperingati Hari Blogger Nasional saya juga belum pernah mendengar topik yang spesifik membahas standar harga paid post dan masalah hak cipta. Entah karena memang saya belum dengar lantaran tidak pernah diundang dan terlibat dalam perayaan itu, atau saya yang kudet. Entahlah.

Sebenarnya, pertimbangan menentukan harga satu artikel di blog juga harus dilihat dari prosesnya. Apakah pemesan yang membuat artikelnya atau semuanya dilakukan si pemilik blog. Karena kalau dilakukan oleh pemilik blog akan menyita waktu. Ini juga menentukan harga seharunya.

Yang patut disayangkan pula, di Indonesia ini memang banyak blogger. Tapi tidak semua mengerti bagaimana mengembangkan blog dengan baik. Bahkan mengisi konten dalam blognya pun lebih sering copy paste tulisan orang lain. Yang beginianlah sebenarnya yang merusak harga pasaran. 

Memang tidak bisa langsung profesional, namun setidaknya jangan mengambil tulisan orang lain agar blognya disebut selalu update. Pengiklan itupun bukan orang bodoh yang hanya melihat dari jumlah tulisan. Tapi apakah pemilik blognya memang layak dibayar atau tidak.

Saya pribadi sebenarnya membangun blog ini bukan dengan tujuan komersil, namun juga tidak menolaknya. Tapi saya secara tegas menolak pengiklan yang ingin mempromosikan produk-produk yang merusak moral, seperti judi online dan konten berbau seks dan kekerasan.

Meski blog ini sederhana, saya tetap berupaya membangunnya secara profesional. Bahkan dengan urusan pengiklan pun saya berupaya berkomunikasi dengan bahasa yang layak. Mereka juga terkadang meminta invoice yang tentu juga saya sediakan.

Enaknya punya blog sendiri, ya kita bebas menentukan harga. Saya tidak ragu melakukan itu karena saya percaya, karya saya bukan karya murahan. Meski blog ini sederhana, setidaknya punya harga diri. Kalian pun bisa melakukan itu. Mungkin juga baiknya sama-sama memikirkan standarisasi harga tulisan paid post di blog. Atau soal hak cipta yang selalu saja dipandang sebelah mata. Dipikirnya menulis itu bukan hak cipta.

Masih banyak hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini, namun jumlah kata dalam tulisan ini sudah mencapai 1000. Maka saya memilih mengakhirinya saja. Saya harusnya dibayar dengan harga yang manusiawi. Katakanlah memakai standar pemerintah. Maka saya dapat bayaran Rp330 dikali 1.000 kata, Rp330.000. Lumayanlah buat bersenang-senang.

Salam Kreasi!

Baca Selengkapnya »

Mengganti Akun Adsense Youtube dengan Email Berbeda



Bermain Youtube kalau tidak bisa disebut keberuntungan, maka itu memang kerja keras. Saya punya pengalaman buruk bermain Youtube. Saya tak malu mengakui pernah melakukan kesalahan yang berakibat akun saya di suspend, hingga detik ini.

Tapi dari kejadian itu saya dapat banyak pelajaran. Salah satunya, jangan coba-coba main 'api' dengan Youtube. Entah sudah berapa ribu atau juta akun yang sepanjang 2016-2017 dibersihkan oleh Youtube. Akun saya salah satu diantaranya.

Yang menyedihkan hingga membuat saya murung berkepanjangan. Akun Youtube milik saya punya banyak channel. Dan sialnya, dari semua itu hanya satu yang melanggar. Tapi yang ditangguhkan seluruhnya. Karena akun itu saling terkait satu sama lain. Apalagi yang melanggar channel utamanya.

Baca Juga: Cara Menyelamatkan Channel Youtube Yang Disuspend

Tapi sudahlah. Saya kemudian membuat akun baru menggunakan nama keluarga dekat. Prosesnya masih mudah kala itu. Tapi, karena dirundung duka, akun itu tergeletak begitu saja. Ada tiga channel yang saya buat di akun itu, salah satunya Channel BLOGOOBLOK.



Karena file lama yang telah saya upload di channel sebelumnya hilang, semangat untuk memulai kian berat. Hingga datang kabar, kalau Youtube kian memperketat Partner Program. 20 Februari 2018 mendatang semua akun baru harus memiliki 4.000 jam waktu tonton dalam 12 bulan terakhir dan memiliki 1.000 subscriber.

Itu bukan perkara mudah. Tapi juga tidak sulit kalau memang serius mengejarnya. Meski akun saya masih jauh untuk memenuhi syarat terbaru itu, tak ada salahnya mengutak atik kebijakan Youtube ini.

Baca Juga: Cara Alami Meningkatkan Viewers Youtube

Pertengahan 2017 lalu, saya berhasil menautkan akun Youtube dengan email berbeda pada akun adsense yang Youtubenya telah disuspend. Berhasil. Dan kemudian saya melakukan kesalahan kembali. Akunya di suspend lagi. Saya tahu apa yang mau kalian katakan, it's okey.

Padahal kala itu akunnya sudah berlangsung beberapa saat, hingga saya mengupload video yang melibatkan anak-anak dan kaitannya dengan prostitusi. Saya kurang perhatikan, kalau video semacam ini sangat sensitif bagi Youtube.

Mungkin kalian bertanya, mengapa saya sangat ingin akun Youtube kembali bertaut dengan akun adsense saya. Alasannya sederhana, dengan memulai akun Youtube Adsense baru, prosesnya makan waktu lama untuk melalui semua tahapan untuk pencairan. Dan lagi saya ingin semua penghasilan saya dari Adsense berasal dari satu akun saja. Biar mudah.

Baca Juga: Cara Menghasilkan $100 per Hari dari Youtube

Meski sudah berhasil menautkan akun adsense dari Youtube dengan email berbeda, sayangnya saat itu saya tidak berniat menuliskannya. Karena memang hanya coba-coba dan ternyata berhasil. Tapi, setelah membuat akun kembali tentu dengan email yang juga berbeda, saya kini siap menuliskannya.

Jika penautan pertama dan berhasil kepada akun Youtube yang tidak memiliki adsense, kali ini saya menautkan akun adsense ke akun Youtube yang juga memiliki Adsense berbeda. Jadi posisinya ada dua akun adsense dan salah satu channelnya akan saya tautkan ke akun adsense lama saya.

Caranya cukup mudah.

  • Pertama-tama, masuk ke creator studio akun Youtubenya. Lalu pilih tab Channel dan alihkan perhatian pada pilihan Monetisasi. Jika akun kalian sudah aktif menetisasinya, silahkan cari Akun Adsense yang dikaitkan. Karena akun saya belum diaktifkan, meski emailnya sudah memiliki akun Adsense, maka tampilannya sedikit berbeda. Seperti berikut. 

  • Kamu akan dialihkan ke halaman berbeda yang menginformasikan akun adsense yang terkait dengan email. Pilih Ubah untuk menautkan akun lainnya. 

  • Halaman baru untuk login akan terlihat. Pilih Gunakan akun yang lain. 

  • Seperti login pada email gmail pada umumnya, silahkan masukkan alamat email yang sudah terdaftar di Google Adsense beserta paswordnya. Kemudian klik Berikutnya. 

  • Halaman baru akan muncul dan kamu akan diminta menyetujui pengaturan baru. Kalau sudah yakin dengan yang kamu lakukan tinggal klik Accept Association. 

  • Jika akun Youtubemu telah memenuhi syarat untuk monetisasi, maka kamu akan melihat dasbor akun Adsense yang berhasil ditautkan. Namun jika belum memenuhi syarat, kamu akan diminta untuk kembali ke pengaturan awal. Intinya, proses itu sudah berhasil. Pada bulan selanjutnya, sesuai perhitungan Adsense, penghasilan kamu dari channel itu akan masuk ke akun Adsense yang ditautkan. 



Sesederhana itu cara pengaturannya. Hanya memang, saat ini Youtube sedang berbenah habis-habisan. Mungkin karena banyak akun yang melakukan pelanggaran, sampai ada yang menjadikan bisnis jual beli viewers dan subscriber. Sehingga rasa-rasanya wajar mereka melakukan itu.

Baca Juga: Cara Mengetahui Kata Yang Banyak Dicari di Youtube

Hanya yang perlu diperhatikan, metode di atas hanya berlaku untuk akun adsense yang sudah full aprove. Alias sudah bisa untuk website dan Youtube. Saya belum mencoba apakah, email adsense dari hosted ke hosted bisa berfungsi. Mungkin kalian harus mencobanya, dan mengabarkannya kepada saya. :)

Salam kreasi!

Baca Selengkapnya »

5 Tempat Mengirim Tulisan dengan Bayaran Manusiawi



Sebagai blogger, menulis jadi kemampuan tambahan yang harus dikuasai selain koding tentu saja. Tapi bagi saya pribadi, menulis jauh lebih penting dijadikan bekal untuk membangun karir sebagai blogger. Lihat saja Raditya Dika yang sukses jadi blogger dan penulis karena keahliaanya.

Tidak sedikit blogger yang punya keahlian mempuni dalam tulis menulis saya temukan di situs lelang. Mereka menjual jasanya dengan sangat murah. Bukan berarti mereka murahan. Hanya saja, di negeri kita tercinta ini belum ada situs lelang jasa yang mampu menghargai penulis lepas dengan manusiawi.

Atau bahasa lainnya, belum banyak pencari jasa yang mampu membayar dengan layak satu karya tulis. Saya coba mencari beberapa orderan tulisan untuk blog di situs Sribulancer. Pencarian saya tertuju pada seseorang yang membutuhkan seorang penulis handal untuk blog.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dengan Menulis di UC News

Ia menawarkan harga Rp500.000 untuk 25 tulisan dengan masing-masing satu tulisan berisi 1000 kata. Itu artinya per tulisan dihargai Rp20.000, alias Rp20 untuk setiap katanya. Belum lagi ada embel-embel "akan lebih baik kalau lebih dari 25 tulisan, bisa 30 atau 35," katanya.

Bagi saya ini satu penghinaan. Selain karena ia meminta tulisannya tidak copy paste, juga harus diselesaikan dalam waktu cepat. Dipikirnya satu tulisan murni bisa selesai seperti buang air besar di pagi hari. Itu tidak masuk akal. Kalau bukan hasil kloningan dari tulisan lain, saya tak tahu penulisnya akan melakukan jurus apa untuk memenuhi semua itu.

Penulis lepas di beberapa negara sangat dihargai. Saya banyak menemukan situs jual beli tulisan yang memberi bayaran cukup manusiawi. Salah satunya FreelanceMom. Mereka membayar penulis mulai $75 hingga $100 untuk satu tulisan mulai 900 hingga 1.500 kata.

Baca Juga: Cara Dapat Bayaran Rp50.000 Untuk Satu Tulisan di BaBe

Jika dikonversi dalam rupiah dengan nilai tukar Rp13.000, maka satu tulisan di situs itu dihargai mulai Rp975.000 hingga Rp1.300.000. Bandingkan sendiri jomplangnya perbandingan itu. Tapi pasti akan ada yang mengatakan, itukan di luar negeri. Bagi saya, menulis tidak mengenal demografi. Semuanya soal daya kreasi. Tantangannya pun sama.

Tapi bukan berarti semua situs di Indonesia tidak menghargai tulisan. Memang bukan situs lelang jasa. Tapi mereka menerima penulis dengan berbagai latar belakang. Jika kalian punya kemampuan yang baik dalam menulis, tidak ada salahnya mengirim tulisan ke situs-situs tersebut.

Berikut BLOGOOBLOK jabarkan beberapa situs di Indonesia yang menerima penulis lepas.

1. Mojok

Situs yang mengusung konsep populer ini merupakan wadah bagi penulis dengan kemampuan berlebih. Sebagai media alternatif, kamu dilarang keras untuk terlalu serius. Lebih banyak mangandung satir dan sindiran secara halus untuk banyak perkara.

Mojok menerima banyak tulisan, mulai esai, curhatan, bahkan cerita-cerita mop. Mereka sangat menghargai itu. Meski tulisan di Mojok lebih ringan dan gurih, namun mereka sangat menghargai setiap karya yang berhasil diterbitkan. Bayarannya mulai Rp350.000 hingga lebih untuk satu tulisan.

Jadi kalian punya energi berlebih tidak ada salahnya mengirim ke Mojok.co.

2. Voxpop

Sebenarnya hampir sama dengan Mojok, Voxpop Indonesia juga mengusung tema yang santai dan menyegarkan. Namun, buat kamu yang tidak terlalu satir, tapi tulisan mu menyimpan makna, maka Voxpop.id bisa jadi pilihan menarik.

Voxpop menerima tulisan beragam, mulai dari opini dengan sudut pandang beragam dan segar. Sebagaimana namanya 'Suara Raykat' (vox populi), situs ini didirikan dari berbagai latar belakang berbeda. Mulai dari jurnalis, komikus, hingga pengusaha.

Itulah mengapa, setiap tulisan yang berhasil tayang di situs ini akan diganjar honor yang manusiawi. Satu tulisan dibayar Rp250.000 dengan manimum kata tidak terbatas.

3. Geotimes

Jika kamu tipe orang yang menulisnya serius dan selalu memenuhi segala unsur teoritistik. Maka tidak ada salahnya menulis sesuatu di Geotimes.co.id. Situs yang menampung tulisan opini dan kolom ini lebih mengedepankan isu aktual dan timeless.

Tulisan yang bisa tayang di situs itu harus memenuhi syarat dari 750 hingga 1000 kata. Namun, tak perlu khawatir, jika tulisan mu berhasil terbit maka bayarannya juga tidak mengecewakan. Mereka akan membayar sesuai keahlian, namun dimulai dari harga Rp350.000 per tulisan. Bayarannya bisa lebih dari sejuta jika itu memang dari ahlinya.

4. Remotivi

Yang satu ini sasarannya lebih spesifik lagi. Remotivi.or.id merupakan organisasi yang memantau semua siara media. Baik televisi, radio, cetak hingga online. Jika teman-teman punya kemampuan menganalisis satu pemberitaan dari sudut pandang media, silahkan mengirimkan tulisan.

Saya belum pernah mengirim tulisan ke Remotivi, tapi beberapa teman yang berhasil menerbitkan tulisan di situs itu mengatakan, bayarannya jauh dari cukup dari sekedar cuap-cuap di sosial media. Mereka bisa membayar dari Rp350.000 hingga Rp1.500.000 per tulisan.

Namun itu dia, karena mereka merupakan situs yang serius, jadi tulisan yang tayang harus memenuhi syarat yang mereka tetapkan.

5. Basabasi

Situs Basabasi.co menampung beragam tulisan dibanding empat lainnya yang saya sebut di atas. Basabasi menerima cerpen, puisi, esai, resensi buku dan hibernasi atau artikel ringan. Setiap tulisan dihargai berbeda. Tulisan ringan Rp100.000, cerpen dan esai Rp300.000, puisi Rp250.000 dan resensi buku Rp200.000.

Setiap tulisan yang masuk ke mereka akan dikurasi. Jika lolos, maka tulisannya akan ditayangkan. Mereka juga tidak membatasi berapa pun tulisan yang dikirim. Jika banyak dan semuanya lolos, maka akan mereka tayangkan. Yang menariknya lagi, setiap penulis yang pertama kali tulisannya tayang akan diberi kaos dari Basabasi.

Jika dipikir-pikir, kalau memang punya kemampuan menulis maka tak ada salahnya mengirim ke salah satu situs di atas. Atau mengirim ke mereka semua juga tak ada salahnya. Yang harus diperhatikan sebagai etik, jangan mengirim karya yang sama ke situs yang berbeda, kecuali sudah dinyatakan tidak lolos kurasi.

Saya tidak ingin mengajak orang yang berburu orderan di situs lelang jasa untuk berhenti. Tapi, saya mengajak berpikir agar lebih menghargai diri sendiri. Karena hanya penulis itu sendiri yang mampu menghargai karyanya sebelum orang lain menilainya.

Sebenarnya masih banyak lagi situs di Indonesia yang menerima tulisan dari luar dengan bayaran manusiawi. Tergantung teman-teman maunya atau sukanya menulis apa. Seperti yang saya katakan di awal tulisan, menulis itu bisa jadi senjata yang baik untuk mengembangkan diri. Tidak susah, hanya saja banyak orang yang belum mengerti cara terbaik untuk memulai.

Baca Selengkapnya »

Alasan Kuat Mengapa Harus Memulai Blogging



Untuk berbagai alasan, ini jadi tulisan pertama saya di 2018 khusus untuk BLOGOOBLOK. Ada getir dan rindu menulis dan menyapa orang-orang hebat yang setia tersesat di blog ini.

2017 jadi tahun yang buruk buat saya. Tidak banyak hal yang bisa saya bagikan di blog ini. Mungkin karena kesibukan mengasah dan membesarkan tulisan di tempat lain. Sebagai full time blogger, rasa-rasanya memang tidak menyenangkan jika harus berbagi hati. Tapi semua ada alasannya.

Tulisan ini saya mulai dengan pertanyaan yang selalu membuat saya berpikir. Pertanyaan yang mungkin juga sering kalian dengar, atau malah kalian tanyakan. Mengapa saya harus memulai blogging dan bagaimana itu bisa menguntungkan saya?.

Pertanyaan ini sangat dasar namun tetap menjadi momok menggelikan untuk dijawab tahun 2018. Tapi bagi saya, pertanyaan ini sangat tepat menyongsong kian besarnya efek revolusi digital di tahun-tahun mendatang. Saya yakin, kalian sudah paham apa yang saya maksud.

Bagi saya pribadi, ada banyak alasan sehingga saya memulai membangun blog ini 2014 lalu. Tepatnya online pertama kali 22 Februari 2014. Lalu pada 19 September 2015, blog ini bertransformasi jadi self domain berlanjut hingga detik ini dengan nama BLOGOOBLOK.com.

Sayapun awalnya tak habis pikir, memasuki tahun kelima BLOGOOBLOK masih mengudara. Saya mengenal blog sejak tahun 2005 dan sejak saat itu ada banyak blog yang saya kembangkan. Seperti blogger pemula kebanyakan, lebih banyak yang gugur tak terurus hingga akhirnya terlupakan. Beruntung BLOGOOBLOK masih bisa bernafas lega hingga kini.

Meski setiap orang punya alasannya masing-masing, namun ada beberapa alasan umum yang patut diperhatikan agar bisa memulai blogging.

1. Pengembangan Diri

Selalu ada cara untuk mengembangkan diri. Salah satu yang saya terapkan adalah blogging. Sadar bahwa blogging jadi salah satu basis bisnis saya, tak ingin membuatnya sia-sia. Saya bisa mendapat penghasilan dari menulis menjadi alasan saya untuk mendalaminya.

Awalnya, saya pun tak ubahnya blogger lain yang mungkin terlalu malas untuk menulis. Tapi seiring waktu berlalu, saya menyadari melalui blog, saya bisa mengekspresikan diri lebih baik. Saya bisa dengan leluasa menulis ide, gagasan, cerita saya tentang apa saja lewat blog.

Kebetulan, untuk di blog ini khusus seputar teknologi. Saya punya beberapa saluran untuk menulis. Beberapa bahkan jadi penulis tetap untuk tema-tema tertentu.

Yang harus dipahami, bahwa menulis seyogyanya sudah menjadi kebiasaan orang-orang berabad-abad lamanya. Dulu mungkin hanya di buku catatan, sekarang mediumnya lebih beragam. Salah satunya blog. Disitulah letak menakjubkannya, karena kita bisa berbagi catatan dalam forum yang terbuka.

Setelah melihat banyak tulisan, lalu mempelajarinya. Saya kemudian terbiasa mengembangkannya. Saya belajar banyak cara menulis tema yang berbeda, mengindentifikasi hingga mempertajam gagasan sendiri, menyempurnakan pendapat serta membangun disiplin.

Dalam beberapa tulisan, saya bahkan harus belajar membuat outlet sendiri. Melawan ketakutan dan rasa kurang percaya diri. Tapi saya menikmatinya hingga telah terkumpul sejumlah tulisan baik pendek dan panjang. Beberapa bahkan dibeli oleh media-media.

Semua itu karena saya memulainya dari blog. Membangun portofolio diri sendiri hingga orang-orang melihatnya. Saya pikir tidak ada yang sia-sia dengan melakukan itu.

2. Penghasilan

Nyaris setiap orang yang memulai blogging, sudah paham kalau blog itu bisa menghasilkan uang. Tapi sebelum terlampau jauh menerawang, saya hendak tegaskan kalau tidak setiap blog akan menguntungkan. Tapi banyak blogger yang mampu membuktikan baik pendapatan secara langsung ataupun tidak.

Tulisan ini tidak akan membahas bagaimana blog bisa menghasilkan uang. Beberapa tulisan dalam blog ini sudah menerangkan soal itu. Silahkan dicari-cari dan lakukan dari tahap paling awal. Yang ingin saya tegaskan, bahwa blog ini pun sudah mampu menghidupi keluarga kecil saya.

Saya bukan orang yang suka mempertontonkan penghasilan. Tapi saya ingin berbagi dengan teman-teman, kalau BLOGOOBLOK mendapat sumber pemasukan dari beberapa elemen. Salah satunya tentu dari Google Adsense. Dilain waktu dari program affiliate dan yang terbaru konten berbayar.

Jika ditanya, berapa besar penghasilan saya dari blog ini. Saya memilih untuk tidak menyebutkan nominal. Selain kurang etis, penghasilan yang saya dapatkan juga belum seberapa dibanding blogger-blogger lain di negeri ini. Itu karena tidak ada produk semacam ebook yang saya jual.

Tapi saya ingin berbagi pengalaman, di tahun pertama saya memulai blog ini saya nyaris tak mampu membayar kopi jika bertumpu pada penghasilan Adsense. Tapi waktu tidak pernah berhenti, sesuatu yang kita bangun pada akhirnya akan membuahkan hasil. Tentu dengan cara yang tepat. Bukan benar. Karena tidak ada yang salah dalam ngeblog.

Saya pernah terkesima pada salah satu link afiliate yang saya tanam dalam blog ini. Setelah sekian lama saya diamkan, ternyata ada pula orang yang berbaik hati membeli layanan dari link saya. Saya tidak pernah memaksakan, biarkan orang menentukan sendiri.

Meski saya sangat berharap, pembaca yang budiman bisa membantu menyumbangkan pengeluarannya sebagian ke BLOGOOBLOK. Ya, seperti membeli web hosting dengan rekomendari yang ada di blog ini. :)

Baca: Cara Membuat Website Tanpa Kursus Yang Mahal

Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Tapi karena keterbatasan saya, hanya mampu melakukan beberapa hal di atas. Blog juga bisa jadi aset yang menguntungkan pada waktu tertentu. Intinya bangunlah brand, dan permudah orang-orang menemukannya di mesin pencari. Penghasilan akan datang dengan sendirinya.

3. Relasi dan Timbal Balik

Benar kata orang, banyak teman banyak rejeki. Saya memulai blog ini dengan niatan untuk berbagi. Satu demi satu tulisan saya tayangkan hingga akhirnya tercipta ratusan. Dari yang awalnya pertemanan saya di dunia blog cukup terbatas, sekarang semakin luas.

Saya tak ingin jumawa, bahwa saya sudah dikenal semua blogger di Indonesia. Tidak. Bahkan mungkin, tidak banyak yang mengenal saya lebih jauh. Tapi dengan blog, saya membuka jutaan elemen dalam membangun relasi. Bukan hanya di Indonesia tapi seantero dunia.

Seorang pada tahun-tahun lalu tetiba menghubungi saya lewat email. Kami berkomunikasi dan kian intens. Dalam bahasa Inggris terbata-bata, saya akhirnya berteman baik dengan dia. Tidak sedikit malah ia jadi sumber pendapatan saya dengan beragam wujud.

Beberapa orang juga tak segan mengirim email ke saya. Mereka menceritakan pengalamannya membaca tulisan di blog ini. Saya sangat tersentuh ketika mereka mendapat manfaat. Jika mau jujur, inilah yang membuat saya senang, karena berhasil merekahkan senyum di wajah orang lain.

Ketika karya kita diapresiasi bahkan hanya dengan kata-kata terima kasih, bagi saya itu lebih dari cukup dari sekedar uang yang masuk. Timbal balik dari pembaca yang budiman adalah nyawa yang tak ternilai harganya. Itulah yang membuat saya tak bisa meninggalkan blogging.

Saya sadar, blog ini belum memberi banyak sumbangsi yang positif bagi orang-orang. Tapi saya tetap berusaha meski sering kali banyak hambatan. Tapi saya sangat berterima kasih kepada mereka yang mampu menggunakan blog ini untuk bersuara pada tujuan yang layak. Sungguh menakjubkan.

Jadi, kalau diharuskan menjawab pertanyaan semula. Mengapa harus memulai blogging?. Saya rasa, jawaban setiap orang tentu akan selalu berbeda. Tapi, saya jaminkan, saya punya banyak pengalaman dan kebaikan setelah memulainya.

Blogging telah membantu saya berkembang secara pribadi, membantu saya mendapat sumber penghasilan lain dari sekedar hobi menulis. Blog juga membuka ruang yang lebar untuk persahabatan tanpa batas. Saya mungkin tidak mampu memberikan perubahan besar bagi orang lain, tapi melalui blog sekecil apapun itu sudah sangat saya syukuri.

Untuk menyelesaikan pertanyaan di atas, silahkan dijawab sendiri. Salam!

Baca Selengkapnya »

MediaVenus Luncurkan Versi Indonesia dengan Keuntungan Lebih

Saya mendapat banyak review dari teman-teman yang telah menggunakan MediaVenus untuk mendulang uang di internet. Beberapa diantaranya yang mengenal penyedia layanan native ads itu dari tulisan saya sebelumnya tentang MediaVenus. 


Pada tulisan itu, saya memang menjelaskan apa itu native ads dan keuntungannya jika diterapkan di blog. Penjelasan tentang MediaVenus pun telah saya utarakan dengan sederhana. Hanya memang, saat itu, MediaVenus meski telah mendukung blog berbahasa Indonesia, namun porsinya belum besar. 

Kini, selain tetap mendukung blog berbahasa Indonesia. MediaVenus juga telah menyediakan tampilan web berbahasa Indonesia. Hal ini mereka lakukan, karena banyak diantara blogger tanah air yang kesulitan mengoptimalkan MediaVenus dalam versi Bahasa Inggris. 

Jika diantara kalian sudah ada yang pernah mencobanya, maka akan mudah mengenali perubahan tersebut. Namun bagi yang belum, dan tetap kesulitan menerapkan MediaVenus. Maka, tulisan ini akan menjelaskan lebih jauh apa saja keunggulan MediaVenus versi berbahasa Indonesia. Keuntungannya pun berkali-kali lipat dari biasanya. 

Mungkin ada yang bertanya, mengapa saya membahas MediaVenus lagi, sementara BLOGOOBLOK sendiri tidak menggunakan layanan itu. Alasan saya tidak menggunakannya sudah diutarakan pada tulisan pertama, silahkan membacanya. 

Kedua, saya merasa bertanggung jawab atas banyaknya pertanyaan yang masuk. Baik dalam kolom komentar di postingan bersangkutan dan email secara pribadi. Awalnya saya hendak menjawab satu persatu pertanyaan tersebut, namun kemudian saya memilih untuk menjawabnya dalam tulisan ini saja.

Secara umum, ada beberapa perubahan dan keistimewaan MediaVenus dalam versi Bahasa Indonesia. Namun, sebelum merasakan beragam manfaatnya, kalian harus mengubah dulu bahasa default yang digunakannya. Caranya cukup mudah. 

Pertama-tama, saat mengunjungi website MediaVenus, kalian akan disuguhkan tampilan web berbasaha Inggris. Di pojok kanan atas, tepat di sisi tombol Sign Up ada logo bendera. Silahkan klik dan memilih bendera Indonesia (Indonesian), seperti gambar berikut ini. 

Jika sudah berhasil, maka semua tampilannya akan berbahasa Indonesia. Jika kamu sudah punya akun di MediaVenus, silahkan klik tombol Masuk untuk aktivasi. Namun jika belum punya akun, buatlah dengan menekan tombol Daftar. Cara lengkapnya, bisa dilihat di artikel pertama. 

Jika sudah login dan masih berbahasa Inggris, kalian tetap harus mengubah bahasanya dengan memilih bendera serupa di pojok kanan bawah. Tapi biasanya, setelah mengubah saat akan login, semua bahasa setelah login tetap akan berubah. 

Sejauh ini memang belum terlihat luar biasa. Tapi, tunggu sampai saya jelaskan apa saja kelebihan MediaVenus versi Bahasa Indonesia. Setidaknya ada empat hal yang perlu dengan seksama diperhatikan dari perubahan ini. 

Pertama: Harga Perklik Khusus Publisher Indonesia

Pada tulisan sebelumnya, saya mengatakan bahwa MediaVenus akan membayar kita setiap pekan dengan nominal CPC yang ditawarkan sebesar $0.07 dan CTR 0.46%. Tapi khusus publisher Indonesia mereka menawarkan CPC $0,015-0,02 per klik.

Saya juga tidak begitu paham, mengapa mereka menerapkan harga berbeda dengan pasar global. Tapi jika merujuk harga yang dipatok Google Adsense yang memang "menspesialkan" Indonesia, saya anggap itu cukup masuk akal mengapa mereka melakukan hal yang sama. 

Sekali lagi Indonesia adalah pasar yang menarik untuk bisnis digital, dan punya sekian banyak potensi yang bisa dimanfaatkan sekaligus disalahgunakan. Tapi menurut saya, harga spesial ini cukup masuk akal dan patut dicoba. Karena sudah pasti akan banyak kemudahan lain yang ikut serta. 

Kedua: Punya Regional Support Manager

Ini yang menurut saya luar biasa. Karena MediaVenus sangat percaya arti kenyamanan. Dan untuk mendapat nyaman, salah satunya dari pelayanan. Mereka punya semacam manajer pribadi alias regional support yang sudah bisa berbahasa Indonesia. Jadi orang dibalik chat yang dilakukan kepada mereka adalah orang Indonesia yang dipekerjakan. 

Kita hanya perlu menghubunginya melalui Skype dari Pukul 10.00 hingga 18.00. Seperti manajer pribadi saya yang bernama Natalia. Ia bebas saya hubungi di jam yang telah ditentukan. Saya bisa bertanya apa saja kepadanya tentang teknis hingga masalah non teknis lainnya. Tapi jangan bertanya apakah ia mau menikah dengan mu. Jangan. 

Untuk menghubungi manajer pribadi kita, yang harus dilakukan hanya login dan mengklik logo Skype di pojok kanan atas pada Dasbor Anda.  Tentu untuk melakukan ini Anda harus punya pula akun Skype. Tak perlu saya jelaskan apa itu Skype, karena pasti sudah tentu tahu dan punya akun itu. Kalau belum silahkan mempelajarinya. 


Ketiga: Fomat Iklan yang Variatif

Mungkin ini bukan sesuatu yang luar biasa. Tapi dari layanan sejenis native ads, memiliki beragam format iklan sesuatu yang istimewah. Sangat sedikit layanan serupa yang menerapkan format iklan beragam. MediaVenus melihatnya sebagai peluang dan memberi publishernya banyak pilihan. 

Selain memiliki format Iklan Banner, mereka juga memiliki format iklan dengan jaringan asli yang akan muncul di dalam artikel atau akhir artikel. Mereka juga mengembangkan format mobile yang tentu penggunanya lebih dominan saat ini. Bahkan mereka menyediakan khusus format iklan pop up yang bisa ditempatkan pada perangkat mobile. 

Jika kalian ingin menambah banyak penghasilan dari MediaVenus, maka penempatan iklan ini harus tepat sasaran. Posisi yang paling baik ada di bawah setiap tulisan, sidebar baik kanan atau kiri, tergantung dominan mana sidebar blog kalian berada. Dan yang paling oke, ada di bawah judul setiap artikel. Itu paling mudah ditemukan dan nilai CPCnya juga tinggi. 

Keempat: Program Referal dengan Komisi 50%

Bisnis refelar memang sesuatu yang menjanjikan bagi seorang blogger. Saya pun banyak terbantu dari program serupa. Ada banyak sekali program referal di luar sana. Kesuksesan program ini kemudian diikuti semakin menjamurnya pula penyedia. MediaVenus pun tak ketinggalan ambil bagian. 

Sebagaimana program ini berjalan, kita hanya perlu menaruh link referal ke dalam tulisan atau memasang bannernya di dalam blog, lalu orang akan diarahkan ke website bersangkutan. Jika berhasil melakukan transaksi dari link yang kita berikan, maka komisi akan masuk ke akun kita. 

Di MediaVenus, setiap komisi dari referal ini akan dibagi 50:50. Artinya, kita akan mendapat 50% dari penghasilan yang didapat oleh MediaVenus. Bagi saya ini sesuatu yang menjanjikan, karena komisi yang didapat bisa sama besar dengan penyedia layanan. Kita tidak merasa rugi mempromosikan mereka. 

Kalau kalian belum keterima MediaVenus, karena masih pakai blog dengan hosting gratisan atau pengujungnya masih minim, maka tidak ada salahnya main di program referal mereka. Sosial media bisa digunakan untuk mempromosikan link referal mereka. 

Sebenarnya, masih banyak kemudahan dan kelebihan yang kalian bisa dapat jika menggunakan MediaVenus. Selain membuat blog berpenghasilan secara konstan, kita tetap punya alasan untuk melakoni profesi ini. Cara mendaftar dan menggunakan semua fitur mereka sangatlah mudah dan tidak memakan waktu lama. 

Silahkan kembali membaca artikel yang saya linkan di awal artikel. Pada dasarnya, MediaVenus terlihat cukup serius menggarap pasar Indonesia. Dengan jaringan luas di lebih 200-an negara, MediaVenus patut masuk dalam list untuk publisher Indonesia. Jenis iklan dan format pun bisa kita atur sesuai kebutuhan. 

Yang paling penting dari semuanya, MediaVenus bisa disandingkan dengan Google Adsense, tapi sangat melarang menyandingkannya dengan penyedia serupa. Kehadirannya dalam versi Bahasa Indonesia penuh, jadi bukti perusahaan periklanan ini tidak main-main. Jika tidak percaya, silahkan kunjungi MediaVenus dan ceritakan pengalaman kalian. 


Baca Selengkapnya »