7 Hal Yang Paling Sering Ditanyakan Blogger Pemula



Pertama mengenal dunia blog, segudang pertanyaan juga muncul dalam benak saya. Sebegitu banyaknya, sampai saya sendiri kadang bingung apa yang sedang saya pertanyakan. Saya ingin tahu segala hal tentang dunia blogging dan bagaimana itu dijalankan. Tapi tak kunjung puas dalam setiap jawaban yang saya temukan.

Karena saya blogger pemula saat itu, banyak yang tidak peduli jika saya berkomentar dan bertanya banyak hal pada seorang blogger hebat (dilihat dari blognya dan prestasinya). Alhasil, saya lebih sering frustasi dalam memecahkan setiap pertanyaan ketimbang menemukan jawaban.

Menjadi blogger memang kelihatannya saja yang mudah, dalam menjalankannya tidak seindah di gurun sahara sambil berbaring diatas Bean Bags dengan payung lucu dan minuman segar. Namun juga tidak sesulit menghadirkan matahari di tengah purnama. Semuanya masih dalam taraf yang wajar asal dipelajari.

Saya pernah ada dibagian yang penuh dengan tanda tanya tersebut, sehingga saya sangat tahu bagaimana semua itu saya lalui. Postingan kali ini, BLOGOOBLOK ingin menceritakan apa saja hal krusial yang paling sering ditanyakan oleh seorang blogger pemula.

Pertanyaan yang kadang sangat dasar dan sulit dipahami. Namun pada kenyataanya tidak jauh dari 7 hal berikut ini.

1. Apa itu blog?

Pertanyaan paling dasar yang pasti ditanyakan seseorang yang berkeinginan menjadi blogger adalah blog itu sendiri. Orang yang tidak punya latar belakang dalam keilmuan teknologi pasti akan kesulitan memahami apa itu blog. Saya pertama kali mengenal blogging juga demikian.

Saya tidak bisa membedakan mana blog mana website. Bahkan mana platfom Wordpress dan mana Blogspot. Dan apa saja jenis-jenis blog dan penyedia layanannya. Pertanyaan ini harus dipahami terlebih dahulu sebelum memutuskan menjadi blogger atau tidak.

Silahkan membaca penjelasan lebih jauh pada postingan ini:
2. Mengapa harus menjadi blogger?

Saya termasuk orang yang ketika mengambil keputusan harus punya pertimbangan dan landasar berpikir yang kuat. Alasan adalah salah satu tonggak suatu pekerjaan bisa berjalan dengan baik dan berhasil seperti yang diharapkan. Menjadi blogger juga demikian.

Ada banyak blogger pemula tidak punya alasan kuat untuk menjadi blogger. Kalau bukan karena melihat kesuksesan orang lain, mereka tak akan mengambil langkah tersebut. Atau paling ekstrim lagi menjadi blogger karena ikut-ikutan trend saja. Padahal menjadi blogger punya banyak alasan dan setiap orang punya alasan yang berbeda-beda.

Namun sebagai bahan pertimbangan, silahkan membaca tulisan berikut untuk menemukan jawabannya:
3. Pertanyaan seputar teknis membuat dan memodifikasi blog

Pertanyaan teknis adalah pertanyaan yang paling banyak ditanyakan oleh blogger pemula. Tidak berhenti pada cara membuat blog saja. Ada banyak turunan dari pertanyaan utama ini. Mulai dari cara membuat postingan, cara memasukkan gambar, cara memperbaiki SEO hingga cara modifikasi blog lainnya.

Setiap orang punya perbedaan keilmuan. Sehingga wajar saja, menjadi blogger kadang harus banyak bertanya. Saya juga demikian. Bahkan pada suatu waktu, pertanyaan yang sama saya tanyakan berulang kali. Hingga saya harus mencatatnya di dalam blog agar tidak terlupakan.

Pertanyaan-pertanyaan soal cara-cara ini sudah saya kumpulkan dalam satu postingan, silahkan lihat: Tutorial Lengkap Membuat Blog Blogspot Jadi Profesional atau buka laman ini untuk melihat update terbaru. Bisa juga membaca: 13 Cara Agar Menjadi Blogger Profesional

4. Bagaimana membuat postingan yang baik?

Setelah masuk dalam tahap ini, artinya blogger bersangkutan telah lulus ujian terberat diproses pembuatan dan modifikasi tampilan. Karena tidak sedikit blogger pemula yang gagal di fase ketiga. Banyak yang akhirnya berhenti menjadi blogger karena tanpilan yang diinginkan untuk blognya tak kunjung berhasil.

Ujuk-ujuk tampilannya menarik. Tidak sedikit yang kemudian harus sakit kepala dengan kesalahan penempatan skrip. Namun, jika sudah bertanya soal membuat postingan yang menarik, ujian itu telah usai. Postingan pada blog adalah nyawa. Sehingga tidak sedikit yang mempertanyakan hal ini.

Baca tulisan berikut untuk menemukan jawabannya:
5. Bagaimana cara datangkan banyak pengunjung?

Hidup seorang blogger tidak akan jauh-jauh dari peran serta orang lain. Dalam bahasa blognya dikenal dengan sebutan trafik. Trafiklah yang menentukan satu blog besar atau kecil. Sehingga ada banyak blogger pemula mencari formulasi mendatangkan trafik yang besar.

Ada banyak cara menjawab pertanyaan ini. Ada yang cara baik dan ada pula dengan cara kotor. Semua berfungsi, namun tentu saja berbeda dengan hasil akhirnya masing-masing. Jawaban utama dari pertanyaan ini adalah SEO (search engine optimization) dan Search Engine Marketing (SEM).

Dari pertanyaan utama ini muncul kemudian banyak pertanyaan turunan, seperti trafik besar itu acuannya dari mana, apakah 100 atau 1000 itu dikatakan besar, atau harus berjuta-juta. Untuk ukuran blog sebenarnya, tidak ada batasan. Berapapun trafiknya tentu adalah sesuatu yang membanggakan.

Namun jika ingin menjadikan blog sebagai ladang mencari uang, maka trafik yang tinggi adalah kunci utama. Silahkan baca penjelasan lebih lanjut pada postingan ini: 10 Cara Ampuh Meningkatkan Trafik Blog atau Website. 

6. Bagaimana cara mendapatan uang dari blog?

Tidak sedikit blogger yang memilih menjadi blogger karena ada keuntungan secara finasial dari proses ini. Tidak heran, pertanyaan ini paling banyak menyedot perhatian blogger. Maka lahirlah banyak sekali artikel yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan turunan dari mendapatkan uang di blog.

Pada dasarnya, ada banyak cara yang bisa ditempuh seorang blogger untuk mendapatkan penghasilan. Berikut beberapa artikel yang bisa menjawab pertanyaan ini:
7. Pertanyaan soal Google Adsense

Bicara soal penghasilan dari blog, maka tidak akan jauh dari peran serta Google Adsense. Ada banyak sekali macam pertanyaan yang diutarakan blogger seputar Google Adsense. Saya pun awalnya demikian. Hingga akhirnya saya menjalani dan merasakannya sendiri.

Pertanyaan yang sering diutarakan adalah apa itu Google Adsense, bagaimana dia bekerja dan membayar pemilik blog, dan bagaimana kalau begini begitu akun adsense yang kita punyai. Ada banyak varian yang muncul soal Google Adsense. Itu karena kebanyakan blogger masih menjadikan Adsense sebagai mata pencaharian utama.

Sangat wajar memang, karena siapa yang tidak mengenal Google dan bagaimana raksasa internet ini bekerja. Semua orang ingin bekerjasama dengan mereka. Pembaca BLOGOOBLOK juga sangat banyak yang tertarik karena topik Google Adsense ini. Pada dasarnya, pertanyaan soal uang dan Adsense sangat banyak menyita perhatian blogger.

Berikut beberapa penjelasan seputar hal yang ditanyakan tentang Google Adsense:

Sebenarnya ada masih banyak lagi hal yang sering ditanyakan oleh seorang blogger. Namun 7 topik diatas yang paling banyak menyita perhatian. Ketika ngeblog sudah menjadi rutinitas dan pekerjaan, pertanyaan-pertanyaan yang muncul juga akan lebih rumit. Blogger besar sudah berpikir bagaimana mengembangkan blognya.

Inovasi adalah kunci dari semua proses. Bukan hanya dibidang industri dan ekonomi, dalam dunia blogging juga dibutuhkan. Semakin tingginya tingkat pertumbuhan internet di Indonesia maka semakin banyak pertanyaan yang tercipta. Hal ini sejalan dengan semakin rumitnya setiap algoritma.

Saya sendiri sampai detik ini masih menyimpan banyak pertanyaan yang juga belum terselesaikan. Saya yakin teman-teman juga demikian. Maka tak ada salahnya untuk mengutarakannya dalam postingan ini. Hal-hal yang bisa saya jelasakan akan saya jelaskan, namun yang belum akan saya minta kesediaan orang-orang yang mampu.

Selamat Blogging dan Jangan Lupa Bahagia!

Baca Selengkapnya »

Tampilan Baru Dashboard Blogger Lebih Segar dan Kekinian



Beberapa waktu belakangan, saya banyak kesibukan di dunia nyata, sehingga tidak punya banyak waktu untuk menulis postingan. Tapi bukan tidak melihat apa yang terjadi di BLOGOOBLOK. Semua komen dan email yang masuk saya baca, meski tidak semua yang saya balas.

Seperti biasa, setiap hari saya akan login ke dashboard blogspot yang saya miliki. Beberapa hari terakhir memang saya sedikit dibingunkan dengan hilangnya tombol lihat blog, yang biasanya ada dibagian atas. Alih-alih berpikir bahwa itu sengaja dihilangkan oleh blogger, saya malah berpikir, koneksi saya yang sedang lelet.

Ternyata, hilangnya tombol lihat blog tersebut adalah bagian dari update yang dilakukan oleh blogspot. Pertanggal 22 November 2016, Blogger resmi berubah wajah di tampilan dashboard-nya. Pengumuman itu dipublikasikan di blog resminya di blogger.googleblog.com.

Namun, saya baru menyadari perubahan ini setelah melihatnya hari ini, Rabu 23 November 2016. Sama seperti tampilan baru pada akun adsense yang dilakukan Google beberapa waktu lalu, konsep yang ditawarkan blogger juga tidak jauh berbeda. Yakni tampil lebih dinamis, simple dan frest.

Kita tak akan menemukan lagi tab overview saat pertama kali login ke blogger. Sebaliknya, kita akan langsung menemukan daftar postingan yang sudah dipublikasikan. Alasan Blogger melakukan ini tentu saja agar lebih sederhana dan mempersingkat waktu akses.



Secara tidak langsung, Blogger menginginkan kita agar lebih sering membuat postingan karena itu mereka menempatkan hal ini lebih utama. Secara keseluruhan, nyaris tidak ada perubahan posisi, selain menu Laman yang ditempatkan dibawah menu Kampanye. Dulunya dia ada tepat dibawah Pos.

Perubahan mendasar Blogger ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari inovasi Google. Mereka akan selalu melakukan update takkala ada hal baru yang mereka kerjakan. Saya sendiri sudah lupa, sudah berapa kali Blogger melakukan perubahan dashboard sejak saya mengenal dunia blog.

(Baca Juga: Blogspot Sudah Bisa Menggunakan Protokol HTTPS)

Intinya, mereka akan memberikan kemudahan kepada penggunanya sebaik mungkin. Tampilan baru ini juga menunjukkan Google sedang masuk ke era yang lebih sederhana dan tidak berat. Pemilihan warna putih dengan sedikit bagian orange makin menambah nyaman dimata.

Untuk mempelajari tampilan baru Blogger ini, silahkan menjelajahinya sendiri. Saat masuk pertama kali, akan muncul tampilan seperti berikut. Klik saja mengerti dan semuanya akan tampil sesuati update terakhir. Blog yang paling sering dibuka dalam akun kita yang akan tampil lebih awal.



Jika ingin melihat daftar blog yang kita miliki, tinggal mengklik nama blog yang dipojok kiri atas. Selanjutnya Anda akan dibawah ke dashboard blog lainnya. Begitu juga untuk membuat postingan, tidak ada hal yang berubah. Bedanya hanya posisi, soal fungsi-fungsi masih tetap sama.

Secara keseluruhan, saya senang dengan tampilan baru Blogger ini. Lebih sederhana dan kekinian. Mata juga tidak mudah lelah dengan kombinasi warna yang mereka mainkan. Dan terakhir, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak Blogger, karena mencatut nama Jakarta di awal pengumumannya melakukan perubahan ini.

(Baca Juga: Dampak Positif dan Negatif Blogspot Jadi .CO.ID)

Sepertinya Indonesia dimata Google adalah sesuatu yang menjanjikan, sampai-sampai harus menyebut berdampingan New York dan Jakarta. Semoga dengan tampilan baru ini dan juga dipakainya nama Jakarta dalam rilis Blogger, kita bisa lebih giat dan kreatif lagi dalam menciptakan konten yang berkualitas dan bermanfaat buat banyak orang.

Salam Blogger dan Jangan Lupa Bahagia!
+Wisa Rahardi

Baca Selengkapnya »

Cara Menampilkan Iklan Adsense Youtube di Blog



Setelah melakukan perubahan tampilan, nyaris akun Google Adsense tidak menunjukkan jenis akun yang kita punyai. Apakah hosted atau non hosted. Pada tampilan terdahulu, akan dengan mudah kita mengenali kedua jenis akun ini.

Cukup melihat di pojok kanan atas, jika terdapat huruf berwana merah dengan tulisan Hosted Account, sudah bisa ditebak jenisnya. Namun sekarang, tak ada lagi nampak tulisan semacam itu. Di pojok kanan atas tersisa icon notifikasi dan icon akun.

Update
Untuk melihat jenis akun, klik icon akun kita disebelah kanan atas. Maka akan muncul tulisan Hosted Account jika, akun Anda masih hosted, sebaliknya tidak akan nampak jika akun sudah berjenis non hosted. 



Pada bagian setting dan status juga tidak ada informasi yang menunjukkan akun tersebut hosted atau bukan. Hal ini tentu saja membingungkan. Mungkin juga teman-teman merasakannya.

Awalnya saya mengira setelah berubah, kedua jenis akun ini sudah dilebur dan semuanya jadi non hosted. Namun tidak demikian rupanya. Skrip iklan yang saya letakkan di blog tidak muncul. Yang artinya kedua jenis akun ini masih ada, hanya saja tidak lagi mencolok seperti sebelumnya.

Akun Adsense yang hendak saya upgrade didafatrakan melalui Youtube. Prosesnya cukup singkat dibanding cara lama melalui blog. Saya hanya membutuhkan waktu kurang dari sehari untuk mendapatkan akun tersebut. Meski saya harus menggunakan nama orang lain. Bukan nama saya yang sudah terdaftar sebelumnya.

(Baca Juga: Cara Mudah Memasang Iklan Google Adsense di Youtube)

Akun ini juga hendak saya upgrade menjadi non hosted agar bisa ditampilkan di blog dan dimanapun saya menghendakinya. Tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di Google Adsense.

Dengan kata lain, saya hendak membuat akun Adsense dari Youtube ini menjadi full approve agar bisa dipasang pula di blog. Bukan hanya blogspot, tapi juga blog dengan Top Level Domain (TLD).

(Baca Juga: Cara Mengganti Domain Blogspot Jadi .COM)

Catatan: Saat melakukan proses upgrade ini, saya menggunakan blog dengan domain TLD yang sudah berumur setahun dan bukan blog utama yang pernah saya gunakan untuk upgdare akun.
  • Pertama-tama masuk ke akun Google Adsense Anda. Karena saya mendaftarkan akun ini setelah tahun 2015, maka otomatis menjadi akun IDR. 
  • Setelah masuk dibagian dasbor. Klik icon menu dibagian kiri atas lalu masuk ke My Ads. Klik tulisan Other Products yang ada dibawah menu Ad Syles.


  • Setelah itu akan muncul halaman seperti ini. Silahkan masukkan alamat blog yang mau dipasangi iklan. Ingat, harus domain TLD, bukan blogspot dan jangan lupa menulis www. di depan nama domain. Setelah itu klik Submit. 


  • Selanjutnya akan muncul tulisan Done yang dibawahnya terdapat skrip. Kopi skrip tersebut dan biarkan halaman itu sementara waktu. 


  • Selanjutnya, masuk ke dasbor blog Anda. Jika wordpress, silahkan login lalu masuk dibagian penyunting. Pilih Tajuk Tema atau Header lalu cari kode <head>. Paste skrip yang tadi di copy, tepat dibawah <head>, setelah itu klik Perbaharui Berkas. Jika berkas berhasil disimpan, kembali ke dasbor Adsense. 


  • Cetang tulisan I've pasted the code into my site or emailed it to someone who will. Lalu klik Done.
  • Jika semua berjalan mulus, maka akan muncul tulisan seperti berikut. We're reviewing your site. Artinya, permohonan upgdare akun Anda akan direview paling kurang selama tiga hari. 



Setelah semua proses diatas dilakukan, Anda hanya perlu menunggu hingga akhirnya Google memberi jawaban. Apakah permohonan Anda diterima atau ditolak. Biasanya jika diterima akan muncul tulisan Welcome Aboard atau Selamat Bergabung di dasbor Adsense Anda. Juga akan terkirim sebuah surat elektronik ke email.

Begitu pula jika ditolak. Permohonan Anda akan diiringi dengan alasan penolakan. Namun jika mengikuti cara diatas, kemungkinan besar penolakan tidak terjadi. Asalkan, blog yang Anda cantumkan benar-benar memenuhi syarat menjadi mitra Google Adsense. Ditambah lagi trafiknya memadai.

(Baca Juga: Cara Upgrade Akun Google Adsense Jadi Full Approve)

Sekali lagi saya tegaskan, untuk melakukan upgrade akun Adsense dari Youtube harus menggunakan blog dengan domain khusus, bukan blogspot atau domain gratis lainnya. Jika telah diapprove maka Anda bebas memasang iklan adsense dimana pun Anda kehendaki.

Selamat mencoba dan semoga beruntung!
+Wisa Rahardi

Baca Selengkapnya »

20 Hal Yang Dirasakan Full Time Blogger



Satu dekade silam, menjadi blogger masih menjadi barang asing di Indonesia. Orang-orang belum melihat ada yang spesial dari profesi ini. Sehingga banyak yang menjadikan blogger sebagai mainan saja, belum sebagai profesi. Barulah saat Indonesia telah melek teknologi, blogger menjadi profesi yang diperhitungkan.

Saat ini kita tak terkejut lagi melihat orang-orang yang sepintas tak punya kerjaan, namun berpenghasilan besar. Bahkan bisa melampau penghasilan rata-rata Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bukan hanya di luar negeri, di Indonesia telah banyak nama yang tercatat sebagai blogger sukses.

Hari ini 27 Oktober 2016, Indonesia merayakan Hari Blogger Nasional yang ke-sembilan kalinya sejak ditetapkan di 2007 silam. Saya sendiri sudah tiga tahun terakhir menjalani profesi sebagai full time blogger atau blogger purna waktu. Selama itu pula saya banyak merasakan hal yang menarik.

Berikut 20 hal yang saya rasakan setelah menjadikan blogger sebagai mata pencaharian utama:

1. Blogger Tak Pernah Libur
Bagi blogger purna waktu, libur sudah menjadi keseharian, sehingga tidak lagi mengenal apa itu libur dan bagaimana harus berlibur. Saya pun merasakan demikian. Karena bagi saya setiap hari adalah libur yang menyenangkan, sekaligus kerja yang asyik.

Bagi blogger dengan segmen traveler, maka libur sudah menjadi pekerjaan. Mereka bisa jalan-jalan kemana saja sambil menulis dan bekerja untuk dirinya sendiri. Meski begitu, keasyikan mengelola blog sudah seperti candu. Saat memulainya maka akan susah meninggalkannya.

2. Blogger Tidak Menghabiskan Waktu Untuk Menulis
Siapa bilang menjadi blogger harus setiap saat menulis. Saya berharapnya juga demikian. Apalagi saat duduk di pojok cafe dengan segelas kopi dan sepiring gorengan. Ditambah hujan yang selalu manja. Memang asyik untuk menulis. Namun nyatanya tidak demikian.

Saya menghabiskan waktu lebih banyak untuk bertemu orang-orang, pitching, editing, menganalisis, mempromosikan, brainstorming atau melakukan hal-hal lain yang baik untuk blog. Semua itu saya kerjakan dengan suka cita dan saya hanya menghabiskan waktu sekitar 10 persen untuk menulis.

3. Ada Banyak Tekanan
Menjadi blogger full time punya banyak tekanan. Semua hal tertumpu pada pribadi seorang. Jika blog Anda baik, maka prestasi yang menggembirakan. Namun jika buruk, tak ada orang lain yang bisa disalahkan. Semuanya tertuju kepada siapa pemilik blognya.

Bagi saya ini adalah tekanan yang besar, karena 100 persen semuanya harus dikerjakan sendiri. Mulai dari urusan konten, soal IT bahkan masalah monetization. Memang tidak mudah, itulah yang membuat pekerjaan ini penuh dengan tekanan. Apalagi kalau sumber penghasilan hanya pada blog tersebut.

4. Akrab Berbalas Email
Menjadi full time blogger maka Anda harus mengakrabkan diri dengan urusan email-emailan. Hampir setiap hari saya menghabiskan waktu dengan urusan email. Sekedar membalas pertanyaan yang masuk atau bahkan menunggu penawaran. Semuanya saya kerjakan dengan penuh semangat.

Kadang pula saya harus membalas email yang masuk dengan respon cepat dengan kata-kata yang sudah saya siapkan. Hal ini untuk memudahkan semua hal. Tidak sedikit pula saya membuat penawaran kepada perusahaan. Sehingga email adalah senjata dan rutinitas yang biasa bagi saya.

5. Membaca Blog Lain Jadi Pekerjaan Rutin
Saya kadang kagum ketika bertemu dengan blogger lain dan mengaku jarang membaca blog orang lain. Karena bagi saya, membaca blog orang lain adalah sumber inspirasi dan alat riset untuk mengetahui apa yang orang lain butuhkan. Sehingga saya bisa membuatnya di blog pribadi.

Semua jenis blog dengan topik yang beragam saya baca, mulai dari blog tentang SEO, desain, fashion, bimbingan orangtua, memasak, renovasi rumah, pengembangan pribadi bahkan blog tentang blogging pun saya kunjungi. Namun saya lebih tertarik dengan blog traveling dan teknologi.

(Baca Juga: Mengapa Harus Jadi Blogger?)

6. Pekerjaan Terbaik di Dunia
Mungkin ini terlihat klise, tapi ketika Anda bertemu dengan blogger sukses pikiran itu akan muncul. Selama menjadi full time blogger, saya menikmati kehidupan dengan riang gembira. Setiap bangun pagi saya selalu bersyukur karena mengerjakan sesuatu yang saya sukai.

Namun bukan berarti pekerjaan ini tanpa tantangan. Bahkan menjadi bloggerlah tantangan demi tantangan dalang silih berganti. Mana lagi kalau harus menghadapi klien yang rumit dan negosiasi yang berbelit-belit. Menjadi blogger itu butuh kerja keras dan dengan jam kerja yang panjang. Namun juga menyenangkan.

7. Punya Pekerjaan Baru Menjelaskan Keseharian
Menjadi blogger apalagi di Indonesia masih belum membanggakan bagi sebagian orang. Sehingga beberapa orang penasaran, bagaimana seorang blogger mendapatkan penghasilan. Tugas inilah yang akan Anda lakukan hampir setiap hari, utamanya kepada keluarga.

Anda harus memastikan meraka tidak menganggap Anda tidak memelihara tuyul. Saya kadang-kadang harus menceritakan aktivitas keseharian kepada pembaca agar bisa menginformasikan apa saja yang saya lakukan setiap hari. Memang di BLOGOOBLOK ini tidak sering, namun di blog pribadi kadang saya menceritakan semuanya.

8. Bekerja Sendiri
Menjadi full time blogger memang punya banyak kenalan. Kadang berbagi ide dengan teman blogger lain, melakukan brainstorming dan menciptakan inovasi bersama-sama. Namun pada akhirnya semua hal harus dikerjakan sendiri, utamanya kepada blog yang kita kelola.

Tidak jarang saya sendiri merasa bosan akan rutinitas di depan laptop sendirian. Kalau sudah begitu, saya memilih untuk keluar rumah, nongkrong di cafe dan sesekali bercerita kepada komunitas. Memang menjadi blogger kadang memunculkan rasa ingin bekerja bersama-sama dengan orang lain. Tapi semua itu bisa diatur.

9. Menjadi Fleksibel dan Minat Belajar Yang Tinggi
Menjadi blogger kadang memaksa kita untuk fleksibel. Fleksibel dalam artian pemikiran. Mulai dari ide-ide, rencana dan waktu. Karena blogging dengan cepat berubah sehingga banyak hal juga harus cepat diubah dalam hidup. Itulah yang saya maksud dengan fleksibel.

Sejak saya memilih menjadi full time blogger, juga memaksa saya untuk cepat belajar atas segala hal. Minat saya untuk belajar menjadi tinggi, karena saya perlu bersaing dengan banyak orang. Itu artinya, jika ada orang yang sudah mendalami blogging tiga bulan terakhir, saya harus bisa mengejar ketertinggalan.

Saya selalu siap atas segala hal yang berubah, tren dan memulai kebiasaan dengan mudah beradaptasi agar bisa bersaing dan menyediakan konten yang diinginkan orang lain.

10. Blogging Adalah Pekerjaan Yang Kompetitif
Tidak bisa disangkal, pekerjaan ini bisa menjadi sangat kompetitif. Kita akan dengan mudah terhanyut dalam persaingan, namun mudah juga mengabaikannya. Bahkan kadang pula saya terjebak dalam perdebatan argumentasi yang judes. Kalau sudah begini kadang susah untuk bertahan.

Namun saya punya senjata lain. Saya tak ingin apa yang dikatakan orang utamanya yang tidak mendidik dan cenderung menjatuhkan tidak akan saya masukkan dalam hati. Karena ini niatnya hanya ingin membawa kita kebawah dan terus tertinggal. Lakukan apa yang menurut kalian baik dan benar.

11. Selalu Membutuhkan Waktu Yang Tidak Sebentar
Menjadi blogger sukses, tidak secepat yang dipikirkan. Begitu pula saat menjalankannya. Bahkan untuk menulis pun saya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kadang tulisannya sudah lumayan, saya rombak lagi dan memulainya dari awal. Semuanya untuk menyenangkan pembaca.

Untuk mengklik Publish kelihatannya mudah saja. Namun bagi saya itu tak semudah kata-katanya. Saya harus memikirkan ide tulisan yang akan saya buat, membuat ilutrasi fotonya yang artinya saya harus mengedit lagi sampai pada hal, bagaimana saya harus mendistribusikan tulisan tersebut. Jadi pliss jangan copy paste. Karena dibalik satu tulisan, ada banyak waktu yang dibunuh.

20 Hal Yang Dirasakan Full Time Blogger
Saat pertama kali keluar dari pekerjaan tetap, saya berpikir akan punya banyak waktu untuk diri sendiri. Kenyataannya tidak demikian. Saya malah dibanjiri oleh pekerjaan-pekerjaan baru dan menyita banyak waktu. Semua itu karena saya tak punya waktu yang mengikat.

Kadang saat orang-orang berangkat ke tempat kerja, saya malah baru bangun tidur. Atau sebaliknya, saat orang-orang pulang kantor, saya malah tambah asik bercokol di depan komputer. Jam kerja saya dalam sehari juga bisa lebih lama, 10 sampai 12 jam dalam sehari.

13. Anda Harus Sedikit Merasa Keren
Hampir semua blogger punya sisi lain dalam dirinya yang ingin ia raih. Mungkin hal yang tak pernah sempat dikerjakan. Makanya Anda harus sedikit merasa keren agar bisa menghabiskan waktu mempelajari teknik SEO, mendesain tampilan atau menulis yang membutuhkan waktu lama di depan komputer.

Menjadi blogger yang tidak menikmati masa kerennya akan mengubah aktivitas ini menjadi sesuatu yang berat.

14. Harus Tegar
Saya tidak pernah membayangkan sudah selama ini bekerja sebagai full time blogger. Kalau bukan karena ketegaran, mungkin saya sudah mengalah dan mengambil semua job yang masuk. Tapi saya selalu yakin bahwa pilihan ini adalah sesuatu yang juga menguntungkan secara finansial.

Saya kadang merasa tertekan saat apa yang saya harapkan tidak tercapai. Misalnya, ada penawaran yang menarik untuk ditindak lanjuti, namun upaya untuk meraihnya tidak mudah. Ini butuh perjuangan dan saya harus siap menjalaninya.

15. Blogging Bisa Membuat Frustari
Tidak mudah. Itu intinya. Kadang saya harus berteriak-teriak sendiri karena apa yang saya kerjakan tidak nampak seperti yang saya bayangkan. Atau kadang kala saya ingin menulis namun tak punya ide untuk dikembangkan. Sementara ada banyak waktu yang harus saya gunakan.

Semua aktivitas ini kadang kala membuat saya frustasi. Apalagi, banyak orang diluar sana yang mengharapkan saya untuk bekerja gratis untuk dia. Ditambah lagi misalnya, ada keluarga atau teman dekat yang ingin dikerjakan projeknya dengan upacan terima kasih saja. Kadang berat untuk menolak, maka disitulah awal frustasi itu bermula.

16. Cukup Memalukan Jika Harus Vlog
Saat ini telah banyak Vlogger yang muncul di Indonesia. Tren Video Blogging ini memang menghantui bagi saya. Kadang ingin rasanya membuat vlog seperti mereka, namun inilah hal yang paling canggung dan memalukan yang coba saya lakukan.

Mungkin banyak blogger lain yang bisa melakukannya, namun saya belum siap secara mental. Tapi jika Anda bisa dan mampu melakukannya, itu benar-benar sesuatu yang keren. Saran, pelajarilah cara-cara melakukan vlog yang baik agar bisa menambah penghasilan menjadi full time blogger.

(Baca Juga: Catatan Dua Tahun Jadi Full Time Blogger)

17. Punya Hubungan Intim dengan Google Analytics
Saya selalu memeriksa Google Analytics hampir setiap hari. Kadang saya sangat jatuh cinta padanya, kadang pula sangat membencinya. Jika trafik blog saya tinggi saya cinta dengannya, namun jika rendah, ibarat horor yang selalu menghantui. Karena bagi saya Analytics sudah menjadi tuan yang harus dimanjakan.

Itulah mengapa setiap hari saya masih sering deg degkan jika membuka Google Analytics.

18. Bersiaplah Menerima Pendapatan Yang Fluktiatif
Jika Anda sudah terbiasa dengan penghasilan tetap dan rutin setiap bulan, lalu memilih menjadi blogger purna waktu, maka siap-siaplah menerima kenyataan bahwa penghasilan Anda tidak akan selalu sama setiap bulannya. Kadang bisa besar, kadang pula sangat sedikit.

Itulah mengapa, saat menjadi blogger jangan pernah meletakkan telur pada satu keranjang saja. Mengapa saya mencintai blogging, karena ini memaksa saya untuk kreatif mencari sumber penghasilan dari berbagai tempat dan berbagai cara. Asal tidak melakukan hal yang negatif.

19. Konten Akan Selalu Menjadi Raja
Menjadi blogger, bukan soal punya blog atau tidak. Lebih dari itu, kita akan terbiasa menjadikan konten blog sebagai raja. Mungkin pengguna internet di Indonesia mudah terjebak dengan bermain sosial media. Atau blogger pemula yang terpaku pada tampilan blog semata.

Semua itu tidak kalah penting dari konten. Karena pada akhirnya, itulah yang membuat blog bisa berkembang dan mendatangkan penghasilan. Jadi mulailah menghasilan konten berkualitas dan jangan mudah hanyut pada kebiasaan buruk.

20. Anda Harus Mencintai Apa Yang Anda Lakukan
Menjadi full time blogger, Anda harus mencintai apa yang Anda lakukan. Karena dengan begitulah semua hal bisa dikerjakan dengan baik. Jangan coba-coba meninggalkan pekerjaan Anda saat ini, jika belum mencintai profesi ini sepenuhnya. Karena jika tidak, maka sia-sia saja semuanya.

Saya juga tidak memaksa orang-orang untuk sepenuhnya menjadi full time blogger. Karena apa yang saya rasakan saat ini, belum tentu dirasakan oleh orang lain. Cara paling ampuh menjalani profesi ini adalah, menyisihkan waktu luang diluar waktu kerja untuk mengerjakan banyak hal di blog. Utamanya membuat konten.

Ke-20 hal diatas mungkin tidak terjadi disemua blogger yang purna waktu. Namun, itulah yang saya rasakan dan alami selama tiga tahun terakhir. Saya memilih keluar dari jabatan saya di kantor untuk menikmati pekerjaan yang menyenangkan. Bagi saya, kenyamanan dalam berkreasi dan bekerja adalah segalanya.

Selamat Hari Blogger Nasional!
+Wisa Rahardi

Baca Selengkapnya »

Jangan Pakai BRI Untuk Pencairan Google Adsense



Tulisan ini tidak bertujuan menjelek-jelekkan Bank Rakyat Indonesia (BRI), ini hanya pengalaman pribadi saya menggunakan BRI sebagai alat pencairan penghasilan dari Google Adsense.

Awal kisah dimulai di akhir bulan September 2016 lalu. Saat itu, karena merasa bosan harus mengantri setiap bulan di Kantor Pos. Saya akhirnya mengubah metode pembayaran Adsense menjadi Wire Transfer atau Transfer Kawat a.k.a pembayaran transfer antar bank.

Karena perubahan saya lakukan di akhir bulan setelah pencairan di bulan berjalan, maka metode ini berlaku di bulan selanjutnya. Yakni Oktober. Saat tiba masa pencairan, saya pun menunggu dengan suka cita. Namun semuanya berakhir kecewa setelah tahu berapa besar biaya transaksi yang harus dipotong oleh BRI.

Saya harus kehilangan penghasilan sebesar Rp263.000. Yang artinya, BRI memotong $20 dari transaksi saya.

(Baca Juga: Google Adsense Rasa Baru)

Mungkin tidak terlihat besar, namun bagi saya itu bisa membeli gorengan hingga kenyang tujuh hari tujuh malam. Plus kopi dan segala tetek bengeknya sebagai teman setia menghabiskan malam di depan komputer.

Tapi apa daya, BRI telah merengguknya secara paksa. Padahal saya adalah nasabah setia BRI. Bahkan setiap hari mendapat kupon undian yang tak kunjung menang.

Beberapa teman memang pernah bercerita soal potongan yang cukup besar saat transaksi kawat di BRI. Sebenarnya saat penghasilan cukup besar, misal diatas $1000 maka, potongan ini takkan ada rasanya. Namun, jika penghasilan masih dibawah $500, potongan ini terasa juga.

Namun teman-teman jangan langsung underestimate dengan BRI. Ini hanya berlaku bagi akun Adsense yang dibuat di 2015 kebawah, utamanya bagi akun yang mata uangnya masih berupa dollar. Akun Adsense yang dibuat dan langsung bermata uang rupiah, sama sekali tidak ada potongan.

(Baca Juga: Cara Menghasilkan $100 per Hari dari Youtube)

Potongan ini ada karena proses pengiriman yang berbelit. Salah satunya karena fasilitas draf Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Jangan dikira, sarana ini hadir tanpa ada biaya yang dikorbankan, dan semua biaya itu dibebankan kepada penerima transaksi.

Jika dirunut maka prosesnya seperti ini:



Silahkan menerjemahkan proses diatas. Jika dikalkulasi maka proses pengiriman uang dari luar negeri cukup panjang. Setiap pos yang disinggahi tidak memberikan layanan cuma-cuma. Selalu ada ongkos yang dikeluarkan. Soal besar kecilnya tergantung dari kerjasama antar bank antar lembaga dan penyedia layanan.

Jadi tidak perlu heran, mengapa pembayaran Adsense dari laur negeri selalu mendapat potongan yang besar. Sebenarnya kasus yang saya alami ini terjadi di hampir semua bank di Indonesia. Salah satu bank yang tidak besar potongannya adalah BNI, namun tetap juga dipotong. Kalau tidak dari mana bank akan mendapatkan pemasukan.

(Baca Juga: Cara Upgrade Akun Google Adsense Jadi Full Approve)

Intinya, saya hanya menyarankan untuk tidak menggunakan BRI untuk pembayaran Google Adsense jika akun Anda berupa mata uang dollar dan masih dibawah $1000. Namun jika sudah berwujud IDR atau Rupiah, tidak ada salahnya. Semua bank lokal Indonesia telah menggratiskan biaya transaksi untuk pembayaran akun IDR.

Meski tulisan ini sedikit nyeleh, saya tetap menggunakan BRI untuk sejumlah transaksi. Meski untuk pembayaran Adsense, saya kembalikan ke mode Wastern Union. Tak apalah ngantri sesaat dan bertemu kembali mbak-mbak penjaga Kantor Pos. Senyumnya memang selalu membawa rindu. Pakai WU juga penuh dengan kenangan.

Salam Sejahtera!
+Wisa Rahardi

Baca Selengkapnya »

Strategi Dasar Untuk Membangun Media Online



Seorang teman pernah bertanya kepada saya, bagaimana caranya membangun media online yang punya pengaruh cukup besar di masyarakat, sekaligus punya keuntungan secara bisnis dan stabil dalam jangka waktu yang panjang.

Pertanyaan ini tidak mudah untuk dijelaskan. Terlebih saya paham bagaimana gejolak bisnis di media online. Belum ada kata stabil tapi juga punya peluang yang cukup besar di masa depan. Semuanya masih akan baik-baik saja asal kita mampu membaca arah perkembangan dan keinginan pembaca.

Bertolak dari pertanyaan itulah, saya memberanikan diri menulis postingan ini. Berharap juga bisa membantu lebih banyak orang. Bukan hanya yang berniat membangun media online seperti yang umum diketahui, tapi juga untuk para blogger dengan berbagai platform yang digunakan.

(Baca Juga: Bekal Mencari Uang Lewat Internet Khusus Pemula)

Namun sebelum jauh membahas strategi editorial atau strategi membuat konten yang akan diulas disini. Saya ingin menekankan apa yang dimaksud dengan media online. Jika merujuk pada pernyataan Syamsul M. Romli dalam buku Jurnalistik Online: Panduan Mengelola Media Online (Nuansa, Bandung, 2012) maka akan didapatkan pengertian seperti berikut:

Media Online merupakan produk jurnalistik online. Jurnalistik online –disebut juga cyber journalisme– didefinisikan wikipedia sebagai “pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet”.

Namun pengertian lain dari media online lebih luas lagi. Bukan hanya soal karya jurnalistik saja, akan tetapi semua format media yang hanya bisa diakses melalui internet bisa dikategorikan media online. Intinya, semua sarana komunikasi yang dilakukan secara online dikategorikan media online.

Maka email, mailing list (milis), website (termasuk website berita), blog, media sosial seperti WhatsApp, Facebook dan lain-lainnya juga masuk dalam kategori ini. Yang artinya, pembahasan pada tulisan ini bisa mencakup semua aspek. Utamanya kepada blogger dan media online khusus untuk karya jurnalistik.

(Baca Juga: 5 Fakta Bisnis Online Yang Harus Anda Ketahui)

Tulisan ini akan dibagi menjadi beberapa bagian, pertama soal strategi editorialnya atau kontennya, kedua soal strategi marketing atau pemasarannya dan ketiga soal teknikal strategi. Karena pembahasan ini akan sangat panjang, semuanya tidak akan dimasukkan dalam satu postingan.

Pada strategi editorial ini, kita akan mempelajari bagaimana meningkatkan isi konten, membangun konten yang baik sehingga mendapat penghargaan, ambisius tapi tetap realistis. Kita juga akan mengetahui bagaimana mengatur konten yang baik dengan kata kunci yang relevan untuk kepentingan SEO.

Kenali Pasar Yang Anda Targetkan

Sebelum benar-benar terjun membangun media online, Anda harus terlebih dahulu memahami pasar apa yang Anda targetkan. Melakukan riset kecil-kecilan akan lebih baik. Utamanya soal kata kunci apa yang ingin disasar. Ada dua hal yang perlu Anda pahami sebelum membuat produk.

  1. Produk yang nantinya Anda lahirkan, bisa saja sudah pernah ada sebelumnya. Maka kompetisi dalam pasar ini akan besar. Anda harus bisa menyakinkan diri bahwa produk Anda jauh lebih baik dari yang sudah ada. Intinya Anda harus menjadi yang terbaik.
  2. Menciptakan pasar baru dengan konsekwensi yang besar. Jika memilih jalan ini, maka Anda perlu lebih inovatif dan berani mengambil resiko. Memang tidak ada kompetisi, tapi jika produk yang Anda buat berhasil maka Anda akan melahirkan kompetisi bagi pesaing lainnya.

Catatannya, jika Anda memilih jalan yang pertama, dan hasilnya kurang baik atau setara dengan kompetitor, maka permainan berakhir. Sebaiknya, Anda mengambil resiko dengan menciptakan sesuatu yang lebih baik dan bermakna. Bahasa kasarnya, jangan seperti blogger atau media online abal-abal yang taunya hanya copy paste.

(Baca Juga: Ini Jenis Bisnis Yang Cocok Bagi Blogger Sangat Pemula)

Rumusnya adalah ketika penetrasi pasar mampu diukur, maka proporsi pembaca yang tertarget juga bisa diukur. Begitu pula riset pasar yang baik akan membantu Anda memahami lingkungan bisnis yang Ada. Dengan begitu strategi bisnisnya bisa dibangun sedari awal.

Cara Mengukur Pasar Yang Ditarget

Untuk mengukur pasar yang ditarget, kita bisa melakukan banyak cara. Salah satunya dengan membuat survei kecil-kecilan melalui sosial media. Atau kalau Anda punya dana lebih bisa menggunakan jasa survei yang sudah ada. Tujuannya untuk memetakan selera pasar dan apa yang sedang mereka inginkan.

Namun cara yang paling mudah yang bisa Anda lakukan dengan menanyakan sendiri apa yang Anda butuhkan. Salah satu alat yang bisa digunakan untuk melakukan survei ini adalah memetakan keinginan sendiri menggunakan empathy map atau peta empati. Peta empati ini juga bisa Anda gunakan untuk orang lain yang Anda tanyai.





















Keterangan:
Dalam empathy map ini ada enam hal yang harus dipetakan.
  1. Apa yang orang pikirkan: Pertanyaan ini untuk mencari tahu apa yang benar-benar bagi meraka cukup penting diketahui. Apa kesukaannya, kekhawatiran dan aspirasi mereka. Usahakan jawaban yang ditulisakan berlatar belakang produk yang sedang Anda rintis.  
  2. Apa yang mereka dengar: Pada pertanyaan ini kita ingin mencari tahu, apakah mereka cukup terpengaruh dengan kata-kata dari teman, atasan atau bos atau pengaruh dari manapun yang mereka jadikan rujukan.
  3. Apa yang mereka lihat: Apakah mereka tertarik untuk melihat isu lingkungan misalnya, atau politik dan lain sebaginya. Intinya apa yang menurut mereka ingin diketahui dan disaksikan. Ini penting untuk menentukan tema apa dan layanan seperti apa yang dihadirkan nantinya.
  4.  Apa yang mereka katakan dan lakukan: Pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya untuk mencari tahu soal sikap mereka dimanapun berada, bagaimana penampilannya, bagaimana sikapnya dengan orang lain dan sebagainya.
  5. Rasa sakit: Hanya untuk mengetahui apa yang mereka takutkan, yang membuat mereka frustasi atau menurutnya menjadi hambatan.
  6. Harapan: Untuk pertanyaan ini kita ingin mencari tahu apa yang mereka butuhkan dalam media online, ukuran keberhasilan dan hambatan apa saja yang mungkin muncul dikemudian hari.
Pertanyaan diatas hasilnya kemudian dikelompokkan sesuai dengan jumlah data yang masuk. Kita akan mendapatkan kesimpulan dari survei kebutuhan ini yang bisa dijadikan rujukan untuk membangun media online baru. Setelah membuat data sementara, selanjutnya kita kelompokkan dalam versi yang lebih tertata.

(Baca Juga: Begini Cara Media Online Menghasilkan Uang)

Data diatas bisa dikelompokkan lagi menjadi empat bagian sebelum akhirnya benar-benar memciptakannya menjadi produk. Namun kali ini kita bandingkan dengan kompetitor lainnya. Misalnya blog A dan blog B punya segmen yang nyaris sama, maka kita teliti lalu menjawab empat kelompok ini.


Strengths/Kekuatan
Pada kolom ini kita harus menulis semua kekuatan yang kita miliki, begitu juga dengan lembar kuisioner lainnya, tulis kekuatan blog atau media online lainnya. Jika punya data yang memadai, jika perlu tulis sampai ke akar-akarnya misalnya kekuaran engine apa yang kita gunakan dan mereka gunakan.

Weaknesses/Kelemahan  
Setelah menulis kekuatan, selanjutnya kita menulis daftar kelemahan produk kita. Misalnya, akses yang lambat, tampilan yang kurang baik atau konten yang tidak mendidik. Semuanya harus diukur dengan jujur. Usahakan jangan memuji-muji produk Anda terlebih dahulu. Ini penting untuk menghasilkan produk yang lebih baik nantinya.

Opportunities/Peluang 
Anda juga harus menulis peluang apa saja yang produk Anda miliki. Sekali lagi usahakan semuanya dilihat secara merata dan objektif agar bisa dipetakan langkah apa yang nantinya ditempuh untuk mendapatkan peluang tersebut.

Threats/Ancaman
Hal ini juga penting. Menjalankan bisnis media online bukan berarti tidak memiliki ancaman. Salah satu ancaman serius yang ada di internet adalah hack. Selain ancaman secara online, Anda juga bisa menulis ancaman secara offline. Ini untuk memberi perlindungan kepada produk Anda kedepannya.

Jika telah melakukan survey dan pengelompokkan diatas. Maka kita akan memiliki banyangan, media online atau blog seperti apa yang orang lain butuhkan. Selain menggunakan metode survei diatas. Kita juga bisa menggunakan data yang dihasilkan dari Google.

(Baca Juga: Rahasia Para Pengusaha Sukses Menjalankan Bisnis Online)

Penelitian ini penting agar kita punya target pasar yang tetap. Karena jika langsung bermain di bisnis ini tanpa persiapan yang memadai, kemungkinan gagalnya cukup besar. Apalagi jika modal yang dikeluarkan cukup memadai. Saya menyarankan agar melakukan pengukuran pasar terlebih dahulu.

Setelah pasar yang kita sasar terlihat, saatnya masuk ke membangun konten yang relevan dengan pembaca yang kita inginkan. Karena pembahasan ini cukup panjang, untuk ulasan tersebut akan dilanjut pada postingan selanjutnya. Semoga sejauh ini semua yang saya jelaskan diatas mampu dipahami dengan baik.

Jangan Lupa Bahagia!

Baca Selengkapnya »